Menikmati Udara Dingin dan Golden Sunrise di Puncak Dieng

awan, sunrise, puncak Dieng
awan, sunrise, puncak Dieng
copyright @yogya.org

Dieng, YogYa dot org - Ingat Dieng, ingat dataran tinggi... yang dalam bahasa Inggris berarti highland... jadi ingat film Highlander jaman dulu... yang tokoh utamanya tidak bisa mati... alias immortal... Kurang lebih seperti itu gambaran penulis tentang orang-orang yang tinggal di dataran tinggi... serba misterius dan magis!

Daftar Isi


Lokasi

Kali ini kita mlipir dikit dari Jogja ya.... Soalnya Jogja baru padet... maklum libur panjang... Ada yang tau, wisata Dieng masuk kabupaten mana? Wonosobo atau Banjarnegara? hayooo... pasti sebagian besar pembaca menjawab Wonosobo kaan??? Memang terkenal dengan Wonosobo namun sebenarnya Dieng masuk wilayah kabupaten Banjarnegara.... Ndak usah ribut ya ... di mana aja yang penting bisa dinikmati...

Sekitar 20 Agustus kemarin, kami sekeluarga menyempatkan diri buat berwisata ke kawasan Dieng. Serba mendadak sih, cuma dari referensi yang kami baca, Juli Agustus adalah bulan² yang direkomendasikan jika hendak ke Dieng. Pada bulan² tersebut cuaca relatif cerah (musim kemarau) dan suhu pas dingin-dinginnya.

suhu dieng bulan Agustus
suhu di area penginapan Dieng Kulon jam 04 pagi
copyright @yogya.org


Kami sengaja untuk bermalam di Dataran Tinggi Dieng dengan menyewa penginapan (Bungalow) di sekitaran Dieng, dengan harapan dan tujuan utama adalah besok paginya bisa mengejar sun rise. Yaaa.... wisata favorit di Dieng adalah sunrise 🌞 Rugi deh kalo udah sampe sana ndak bisa menikmati sunrise tersebut.

Dari Jogja ke Dieng

Berangkat dari Jogja jam 8 pagi, estimasi (via GMaps) jam 11 udah sampe penginapan... tapi apa daya... sepanjang perjalanan dari Jogja - Dieng via Borobudur penuh dengan karnaval warga yang sedang merayakan Hari Raya Kemerdekaan Indonesia. Akhirnya sampe penginapan jam 4 sore. Padahal jadwal check in jam 2 😄


Penginapan Sare Cabin Dieng Wonosobo
kamar penginapan Dieng Banjarnegara
copyright @yogya.org

Okay... lanjut... sesampai penginapan kita lgsg istirahat buat persiapan besok jam 3 dinihari hiking ke puncak Dieng. Penginapan dengan tarif 900rb per malam tersebut ternyata cukup besar dan bisa muat 2 keluarga (1 rumah dengan 2 kamar tidur terpisah di lantai atas).

View sawah dan pegunungan dari dalam penginapan Dieng Banjarnegara
kedinginan di dalam penginapan
copyright @yogya.org

Semakin malam suhu semakin dingin, aplikasi weather menunjuk pada angka 10 derajat Celcius. Dan benar saja, ketika dini hari menjelang puncak, suhu berada pada level 8 derajat. Meski tidak sampai minus seperti yang di berita-berita, angka 8 ini buat kami sekeluarga udah menusuk tulang.

Di sekitar penginapan banyak toko dan warung makan, bahkan kita bisa pesan makan atau minum dari aplikasi yang disediakan oleh pihak penginapan. Kami sendiri sengaja bawa perbekalan dari rumah dan menyewa alat buat bakar² dari Jogja. Karena gak kuat dengan dinginnya, acara barbeque akhirnya kami lakukan di dalam penginapan 😄

Jam menunjukkan pukul 21, kami harus segera bersiap istirahat, biar bisa segera bangun sebelum jam 3. 

Okeeee.... jam 3 kami udah siap berangkat menuju area pendakian bukit Sikunir yang berjarak 7 km dari penginapan. Dengan mengendarai mobil, estimasi perjalanan 30 menit, lanjut pendakian sekitar 30-45 menit. Waktu kemarin, di Android, waktu sunrise pukul 05:37, karena itu kami harus sudah mulai mendaki sekitar jam 04 atau maksimal 04:30.

O, iya kalau mau sholat Subuh, sebaiknya dilakukan di areal parkiran sebelum pendakian atau sepanjang jalur pendakian di kanan kiri rumah warga banyak musola tersedia. Kami sendiri melakukan sholat Subuh sekitar pukul 04:30 di mushola kampung yg berada di jalur sebelum pendakian.

Dari area parkir sampai titik start pendakian, ada jarak kurang lebih 1km, kami kemarin memutuskan untuk berjalan, sekalian pemanasan, sementara mayoritas pendaki memilih naik ojek dengan tarif 15rb untuk 2 orang (1 motor, jadi cenglu alias bonceng telu).


suasana rame menunggu sunrise di puncak Dieng
suasana rame menunggu sunrise di puncak Dieng
copyright @yogya.org


Ternyata rame juga ya, banyak yang berangkat bareng dengan kami, padahal itu hari Senin, kata warga sekitar, pada hari libur lebih rame lagi, jadi sebaiknya dihindari ke Dieng pas hari libur, apalagi libur panjang, karena ketika sampe puncak, kita tidak bisa menikmati sunrise dengan leluasa (penuh, susah buat foto²).

Jalur pendakian termasuk kategori sedang, tidak terlalu terjal, tapi akan tetap lebih baik kalau disiapkan fisiknya terlebih dulu. Terlihat sepasang suami istri yang sudah tidak muda lagi terlihat berjalan dgn santai namun pasti. Ada juga seorang bapak meggandeng 2 anaknya yg masih kecil (usia PAUD) buat diajak muncak.

Sesuai estimasi jam 05:15 kami sampe puncak yang kedua, sengaja kami pilih karena di spot puncak pertama sudah penuh dengan kerumunan. Syukurlah cuaca cerah sehingga awan, gunung dan matahari bisa terlihat sempurna pagi itu. Menurut referensi sih waktu itu kita bisa melihat 7 puncak gunung sekaligus, namun karena ndak ada dokumentasi jadi ndak bisa banyak cerita... ☺️

Lokasi Wisata Sekitar Penginapan

Candi Arjuna

Candi Arjuna Dieng Banjarnegara Wonosobo
Candi Arjuna Dieng Banjarnegara
copyright @yogya.org


Hanya beberapa ratus meter dari penginapan, buat yang suka sejarah dan peninggalan masa lalu, tempat ini sangat direkomendasikan. Ada tempat untuk menonton film singkat tentang sejarah Dieng.

Nah, Candi Arjuna ini bersebelahan dengan Museum Gatotkaca yang berisi artefak dan peninggalan kuno dari peradaban masyarakat Dieng di masa lalu. Saya sendiri merekomendasikan Anda untuk mengunjungi museum ini supaya lebih bisa merasakan aura misteri dan magisnya Dieng seperti yang saya sebut di atas.

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang Dieng Banjarnegara Wonosobo PLTG
kawah sikidang
copyright @yogya.org


Terletak kurang lebih 2 km dari penginapan, kawah ini selalu mengeluarkan gas (PLTG) belerang dengan bau yang cukup menyengat, lumayan lah untuk tambah pengetahuan anak-anak :)

Puncak Bukit Sikunir

Sebenarnya ada beberapa bukit yang biasa dijadikan jalur pendakian, namun karena ini baru pertama kalinya, jadi kami ngikut sama rekomendasi orang sekitar saja. Bukit dengan ketinggian 2.463 mdpl ini merupakan daya tarik utama kami menuju ke sini, mendaki kemudian menikmati  golden sunrise! Berikut beberapa perbekalan yang sebaiknya disiapkan sebelum muncak ke Sikunir:
  • tutup kepala hangat
  • sarung tangan hangat
  • air minum
  • makanan snack dan roti
  • tas ransel
  • kamera
  • alat penerangan (bisa senter hape)
  • sepatu + kaos kaki
  • perlengkapan sholat

Telaga Warna

Telaga Warna Dieng Wonosobo Banjarnegara
telaga warna Dieng
copyright @yogya.org


Fasilitas Penginapan

  • 2 kamar besar, masing² 2 kasur besar
  • 2 kamar mandi dengan air panas
  • balkon
  • ruang keluarga / tamu
  • WiFi
  • TV 
  • Dapur kecil lengkap dengan kompor, gas dan tempat cuci piring 

Estimasi Waktu

  • Jogja - Dieng via Borobudur: 4 jam (mobil pribadi)
  • Penginapan (Dieng Kulon) - areal parkir Puncak Sikunir 7 km: 30 menit (mobil)
  • area parkir mobil - titik start pendakian: 20 menit (jalan tapi kalo mau naik ojek akan lebih cepat)
  • Pendakian: 40 menit (jalan)

Disarankan jam 03:00 dinihari sudah ready buat otw dari penginapan, kalo pas rame, jalur mobil bisa jadi macet.