Serunya Outbound di Desa Wisata Pulesari Turi Sleman

Sleman, YogYa dot org - Libur panjang sekolah 2022 semakin dekat, udah ada rencana mau kemana bareng teman²? Kalau belum ada rencana, ini ada salah satu alternatif wisata alam di daerah Turi Sleman. Desa ini berada di tengah-tengah perkebunan salak warga. 

Suasana alam pedesaan dan kehidupan warga desanya masih sangat kental. Mayoritas tamu yang berkunjung ke Pulesari memang mencari hal tersebut.

Plang Penunjuk Arah Tracking Sungai
papan nama tracking sungai di dekat kebun salak pondoh

Sejarah Awal Mula Berdirinya Desa Wisata

Berdasar penuturan warga setempat, ketika Gunung Merapi meletus pada tahun 2010, banyak kebun salak warga desa Pulesari yang terdampak abu vulkanik erupsi, menyebabkan tanamam salak mereka banyak yang mati. Padahal salak pondoh adalah komoditi andalan warga setempat untuk mengais rejeki.

Entah siapa pencetusnya pertama kali, yang jelas warga berinisiatif untuk melakukan bersih sungai, gotong royong menaikkan batuan sungai untuk dasar pengaspalan jalan desa. Bapak-bapak menaikkan batu, Ibu-ibu yang membuatkan makanan dan minuman. 

Setelah kurang lebih satu tahun persiapan, Pulesari siap menyambut tamu untuk pertama kalinya dan kemudian semenjak itu pelan-pelan semakin terkenal sampai sekarang ini.

Satu hal yang membuat salut adalah dibalik kesederhanaan kehidupan desa, terdapat kekompakan luar biasa dari warga untuk mewujudkan sebuah visi yang awalnya terasa berat dan hampir mustahil, mendatangkan wisatawan ke desa yang bisa dibilang jauh dari pusat keramaian. Namun mereka sudah membuktikan bahwa tidak ada pekerjaan berat kalau dikerjakan secara bersama-sama. Salut...

Susur Kali (Tracking Sungai)

Namanya Desa Wisata Pulesari, terdapat kali (sungai) kecil yang mengalir jernih di belakang rumah-rumah warga. Makanya tidak heran kalau salah satu daya tarik utama wisata ini adalah susur kali (jelajah sungai).

Rintangan Panjat Ban di Sungai
rintangan panjat ban di sungai

Meniti jembatan goyang outbound
jembatan goyang

tracking sungai sleman
aliran sungai kecil

Sungainya masih alami dan airnya jernih banget, tapi ndak usah khawatir, sungainya dangkal dan aman kok, cuma setinggi mata kaki aja. Di sepanjang sungai tersebut ada beberapa games yang dirancang untuk menambah keseruan, misalnya jembatan goyang, hujan buatan, air terjun kecil dan beberapa tantangan lain.

air terjun kecil buatan

air terjun kecil


Gardu sekretariat
gubug sekretariat desa wisata pulesari

Selesai acara sudah disediakan banyak kamar mandi di sekitar lokasi untuk membersihkan diri sehabis berbasah-basahan di sungai. Kamar mandinya bersih dan terawat kok... 

kolam ikan nila di dekat kebun salak pondoh
kolam nila di tengah kebun salak pondoh

papan kayu penunjuk arah
papan nama kayu

Setelah mandi dan ganti baju, rombongan dapat beristirahat di pendopo-pendopo yang sudah disediakan di dekat lokasi sambil mungkin menikmati makan siang. Kegiatan susur sungai ini dapat berlangsung antara 5-6 jam mulai dari awal sampai selesai makan.

joglo jawa desa wisata pulesari
joglo pendopo desa wisata pulesari

Cerita Pengunjung 

Saking serunya berwisata di alam pedesaan, ada cerita seru dari warga sekitar tentang seorang tamu (Ibu-ibu) dari Jakarta yang khusus datang ke desa tersebut untuk memandikan sapi dan membantu salah satu warga berjualan makanan dan minuman. 

Sampai ketika waktunya berpisah (kurang lebih seminggu), sang tamu harus pamit balik ke Jakarta, namun kali ini dengan perasaan yang jauh berbeda, jauh lebih segar dan beban pikiran yang ada selama ini seolah-olah hilang.

Dan kurang lebih sebulan lalu si Ibu kembali ke Pulesari dan menanyakan sapi yang dulu pernah dimandikannya, dan bapak pemilik sapi menjawab kalau sapinya sudah dijual 🥺

Fasilitas

  • kamar mandi bersih dan banyak tersedia, biar tidak lama antrinya
  • joglo / pendopo untuk kegiatan
  • masjid cukup besar dan nyaman
  • penginapan (di rumah² warga)
  • akses jalan lebar (bus masuk)
  • parkir luas
  • pemandu wisata dari warga lokal

Cocok buat siapa?

  • rombongan sekolah
  • rombongan karyawan
  • keluarga besar 
  • jumlah minimal 20 orang
  • seru-seruan bareng untuk menjaga kekompakan tim (wisata outbound)

Tips

  • bawa baju ganti komplit atasan, bawahan sama daleman 😆 
  • bawa peralatan mandi, handuk, sabun dll
  • bawa baju hangat / jaket, kalau perlu sama minyak kayu putih buat oles badan sehabis bermain air.
  • lebih nyaman nyeker (tanpa alas kaki) atau paling tidak sandal gunung.
  • sebaiknya jangan pas cuaca hujan sih.
  • bawa snack atau minuman kemasan dari rumah, toko yang jual di sekitaran terbilang minim.
  • lumrahnya wisata outdoor, cuaca perlu dipertimbangkan ya... meskipun sebenarnya tetep aman sih karena sungai ini bersumber dari mata air bukan aliran dari Gunung Merapi.

Spot lain

  • Kolam ikan nila
  • Petik salak di kebun
  • Belajar membatik
  • Belajar olahan salak

Selain tracking sungai, disediakan pula paket Makrab (malam keakraban) buat yang ingin menginap. Penginapan menggunakan rumah-rumah warga jadi akan terasa lebih syahdu nuansa pedesaannya.

Sebelum pulang ada beberapa warung kecil menjual salak pondoh, siapa tau berminat untuk oleh-oleh keluarga di rumah.

Desa wisata ini sendiri dikelola oleh pemuda-pemudi warga setempat jadi sangat tepat kiranya kalau pas ada kesempatan untuk mencoba kesana, menikmati alam sekalian menghidupkan ekonomi warga sekitar.

Informasi dan Reservasi

0857-4312-8969
0817-265-803

Postingan populer dari blog ini

Tentang Jogja

Liburan Tahun Ajaran Baru 2022 Kemana?

Cari Sarapan di Pawon Mbah Gito